Menu

Items filtered by date: Monday, 02 April 2018

Warga Diminta Tidak Tergoda Politik Uang

BEKASI SELATAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi,  gencar mengkampanyekan tolak politik uang  dalam pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Bekasi, serta gubernur dan wakil gubernur jawa Barat pada tanggal 27 Juni 2018 nanti.

 

Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmarasandi meminta, masyarakat Kota Bekasi  harus menjadi pemilih yang cerdas. Dengan mencermati visi misi dan program kerja calon, pilih calon yang namanya diusulkan di dalam partai politik.

 

Cermati tawaran program kerja calon selam masa kampanyenya, cermati rekam jejak calon yaitu moral, sosial, kemasyarakatan, organisasi.”Sekali lagi kami mengingatkan kepada warga Kota Bekasi,  untuk tidak mudah tergoda dengan iming-iming calon, misalkan uang dan lain sebagainya,”tegasnya.

 

Syarat pemilu berkualitas menurutnya yang  memiliki integritas, kapabilitas, akuntabilitas dan independen, data pemilih valid dan banyak lainnya.”Kalau misalkan hanya dikasih Rp200 ribu, dibagi lima tahun, hanya dapat berapa? Lebih baik, nanti tagih janji politiknya. Misalkan, akan menyiapkan lapangan pekerjaan, tagih janji itu. Jangan mau diimingi uang,”tegasnya.

 

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan menyukseskan Pilakda serentak 27 Juni 2018 nanti, lanjutnya, KPU menggali potensi masyarakat di semua sektor. Sehingga, pemilu bukan milik penyelenggara tapi masyarakat bisa berperan aktif di setiap penyelenggaran.

 

“Maka dari itu, kami sangat berharap kepada organisasi kepemudaan maupun elemen masyarakat lainnya yang ada di Kota Bekasi, ikut membantu KPU mensosialisasikan tahapan Pilkada serentak. Harapannya, partisipasi masyarakat bisa meningkat,”tandasnya. (tim)

 

Read more...

Ormas dan OKP Diminta Bantu Sosialisasikan Tahapan Pilkada

BEKASI SELATAN – Sebagai salah satu organisasi yang bersentuhan langsung dengan warga, Organisasi Masyarakat (Ormas) maupun Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Kota Bekasi, diminta ikut membantu sosialisasikan tahapan Pilkada serentak 27 Juni 2018 nanti.

 

Hal ini ditegaskan langsung oleh Komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin usai mengisi kegiatan sosialisasi tahapan Pilkada serentak Kota Bekasi. Kepada sejumlah Ormas maupun organisasi kepemudaan di Kota Bekasi, belum lama ini.

 

Menurutnya, Ormas dan OKP memiliki peran yang sangat penting dalam peroses pembangunan di Kota Bekasi. Salah satu yang bisa dilakukan, lanjutnya, dengan menjadi bagian penyelenggara Pilkada serentak yakni ikut membantu mensosialisasikan tahapan ke masyarakat.

 

“Minimal, yang hadir dala kegiatan ini bisa ikut mensosialisasikan ke anggotanya maupun keluarganya. Setelah itu, baru masyarakat di lingkungan tempat tinggal,”terangnya.

 

Menurut Syafrudin, sosialiasi ini sebagai salah satu strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak 2018.“Dengan ini diharapkan tersebar luasnya informasi mengenai tahapan, jadwal dan program pilkada serentak kepada masyarakat secara terpadu,” ungkapnya.

 

Dia mengatakan, tujuan dari partisipasi masyarakat menyebarluaskan mengenai tahapan, jadwal dan program pemilihan.“Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajibannya dalam pemilihan, dan meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu,” tandasnya. (tim)

 

Read more...

Kampanye Terbuka Hanya Boleh Sekali

BEKASI SELATAN - Tahapan kampanye pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi sudah dimulai sejak 15 Februari lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, memberikan waktu kepada pasangan Paslon untuk melakukan kampanye hingga tanggal 23 Juni mendatang.

 

Pada masa ini, KPU Kota Bekasi hanya memberi kesempatan bagi setiap paslon untuk menggelar sekali kampanye terbuka atau rapat umum. Hal ini membuat tiap paslon tidak bisa jor joran untuk kampanye dengan cara unjuk kekuatan.

 

Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmarasandi  mengatakan, penetapan jadwal tersebut telah mendapat kesepakatan dari berbagai pihak. Tidak hanya tim sukses, namun juga dari Panwaslu Kota Bekasi. Jadwalnya pun juga telah diatur sesuai dengan kesepakatan masing-masing tim sukses.

 

“Kalau sekarang tidak bisa kampanye dengan arak-arakan atau pawai. Karena, semuanya sudah di atur oleh KPU. Masing-masing pasangan calon, hanya mendapat kesempatan satu kali kampanye tebuka atau rapat umum,”terangnya, saat memberikan sosialisasi tahapa Pilkada serentak kepada Ormas dan OKP se Kota Bekasi, belum lama ini.

 

Seuai rencana, KPU Kota Bekasi menetapkan kampanye rapat umum untuk paslon nomor urut 1, Rahmat Effendi – Tri Adhianto digelar pada tanggal 5 Mei 2018 dan paslon nomor urut 2 , Nur Suprianto– Adhy Firdaus pada tanggal 13 Mei 2018.

 

"Penentuan jadwal kesempatan untuk kampanye tersebut telah sesuai dengan PKPU Nomor 4. Sedangkan, untuk lokasi pelaksanaan kampanye rencanaya akan dilaksanakan di lapangan Multiguna, kelurahan margahayu," katanya.

 

Selain jadwal kampanye rapat umum katanya, setiap paslon juga bisa melaksanakan kampanye dengan cara lain hingga masa kampanye berakhir 23 Juni mendatang. Di antara cara kampanye yang boleh digunakan yakni pertemuan terbatas. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan cara dialog tatap muka.

 

“Dialog tatap muka itu seperti mendatangi masyarakat secara langsung di pasar, jalan, atau tempat keramaian lainnya. Namun, hal itu selama tidak bertentangan dengan undang-undang yang lain," tegasnya. (tim)

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.