Menu

Items filtered by date: Wednesday, 03 January 2018

Formulir Pendaftaran Calon Sudah Disiapkan

BEKASI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi sudah mempersiapkan formulir pencalonan dan calon bagi bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bekasi yang digelar secara serentak pada 27 Juni 2018, mendatang.

"Mulai hari ini, formulir sudah dipersiapkan oleh Tim Informasi Pencalonan Pemilihan (TIPP)," kata Komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin, Rabu (3/1).

Formulir yang telah disiapkan itu untuk sejumlah partai politik yang mempunyai kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

"Ya, sejumlah parpol yang memiliki kursi di DPRD Kota Bekasi," tutur dia.

Syafrudin menjelaskan, tekhnis pendaftaran pada tanggal 8-10 Januari besok, semua bakal pasangan calon dapat didampingi oleh pimpinan partai politik dengan membawa berkas pencalonan. Paslon pun bisa didampingi oleh Parpol/Gabungan Parpol dan tim kampanye.

“Lalu tim KPU Kota Bekasi menerima berkas tersebut, meneliti kelengkapan berkas, keabsahan berkas tersebut pada saat penelitian berkas pencalonan dan calon," tandasnya. (Tim)

Read more...

Pendukung Dipersilahkan Antar Paslon Mendaftar

BEKASI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekas mempersilahkan pendukung pasangan calon untuk mendampingi ketika mendaftar pada 8 hingga 10 Januari mendatang. Hanya saja, para pendukung diminta untuk mengedepankan ketertiban umum.

Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi menyatakan, tidak mempermasalahkan jika terdapat kelompok pendukung salah satu pasangan calon mendampingi saat mendaftar pada salah satu tahapan Pilkada Kota Bekasi 2018. kedatangan mereka merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada pasangan calon yang mereka dukung. Sehingga, kegiatan pendampingan tersebut merupakan hal yang lumrah.

“Tidak ada masalah kalau mau datang. Yang penting jangan sampai menggangu ketertiban tahapan yang sedang kami jalani," ujar Ucu, Rabu (3/1).

Menurut Ucu, KPU Kota Bekasi telah melakukan koordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota. Ini dilakukan untuk pengamanan saat berlangsungnya pendaftaran pasangan calon, pekan depan. Kehadiran petugas keamanan ini untuk mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ucu juga mengatakan, ketika mengantar pasangan calon agar pendukung tidak mengganggu ketertiban lalu lintas (lalin). Mereka harus mematuhi kedisiplinan. Sehingga, ketika berlangsungnya tahapan dapat dipastian sesuai rencana KPU Kota Bekasi.

"Kalau tahapan sudah berlangsung, mereka mau ngapain itu terserah. Mereka harus jaga ketertiban saat berlangsungnya pendaftaran pasangan calon," tegas Ucu.

Pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota baru memasuki tahapan pengumuman sejak  1 hingga 7 Januari. Saat ini, KPU Kota Bekasi telah mengumumkan dan segera menyebarkan formulir kepada seluruh partai politik (parpol).

Kasubag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat (Hupmas) KPU Kota Bekasi Thomas Ikbal menjelaskan, pelaksanaan pendafaran pasangan calon dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 pada hari pertama dan kedua. Pada hari terakhir, batas waktu pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 hingga 00.00.

"Kalau mendaftar lewat dari jam 00.00 atau sudah memasuki tanggak 11 itu tidak sah," kata Thomas.

Nantinya, pihak parpol yang berbak memasuki area pendaftaran hanya dari calon dan Liasion Officer (LO). Mereka nanti akan dipandu oleh petugas panitia untuk mengisi pendaftaran.

Dia juga memastikan pada pesta demorkasi Kota Bekasi 2018 tidak ada pasangan independen. Pasalnya, pada saat proses verifikasi tak ada calon yang mengajukan melalui perseorangan.

"KPU Kota Bekasi sudah memutuskan tidak ada yang melalui jalur perseorangan atau independent. Kami berharap, pasangan calon juga melengkapi berkas pendaftaran," tandasnya. (Tim)

Read more...

Perekrutan Relawan Demokrasi Berasal Dari Berbagai Golongan

BEKASI-Jelang ajang pemilihan kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi segera membentuk relawan demokrasi. Relawan tersebut akan direkrut dari berbagai golongan.

Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni menyampaikan, pihaknya akan segera membuka pendaftaran bagi 25 calon relawan demokrasi. Pendaftaran rencana akan dibuka apda pertengahan Februari mendatang.

“Syaratnya adalah selama hak politiknya tidak dicabut semua boleh mendaftar,” ungkap Nurul, Rabu (3/12).

Menurut Nurul, perekrutan relawan demokrasi akan diambil dari beberapa kelompok. Di antaranya pegiat agama, penyandang disabilitas, kelompok pemilih pemula dan kaum marjinal. Untuk kaum marjinal, pihaknya pempersilahkan golongan apapun termasuk komunitas gay untuk mendaftar. Asalkan yang bersangkutan masih mempercayai sistem demokrasi.

“Terlebih lagi, keterlibaan komunitas gay ini juga sudah mendapatkan dukungan dari KPU pusat,” kata Nurul.

Saat Pemilu Presiden 2014 lalu, kata dia, ada satu orang relawan demokrasi yang berasal dari komunitas gay. Kota Bekasi menjadi satu-satunya di Jawa Barat yang memiliki relawan dari kaum gay.

Menurutnya, kaum gay lebih condong bersikap apatis terhadap penyelenggaraan pesta demokrasi. Sebab, mereka merasa siapapun pemimpinnya tidak akan mampu mewujudkan haknya sebagai anak bangsa.

"Target kami meningkatkan partisipasi pemilih dengan menggiatkan banyak sosialisasi untuk meminimalisir apatisme mereka," katanya.

Dia menargetkan jumlah tersebut bisa bertambah pada pilkada serentak kali ini. Pemilihan yang bersamaan membutuhkan energi lebih banyak untuk melakukan sosialisasi.

"Apalagi untuk kaum gay sendiri selama ini tidak tertata dengan baik. Maka dari itu kami berharap tingkat partisipasinya juga meningkat jika ada penambahan pada relawan demokrasi," tandasnya. (Tim)

Read more...

Paslon Jalani Tes Kesehatan 12 Januari

BEKASI-Pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi akan menjalani tes kesehatan, Jumat 12 Januari mendatang. Pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

“Tes akan dimulai jam 06.00 pagi, masing-masing Paslon disarankan untuk bermalam di sekitar lokasi pemeriksaan dengan kondisi puasa 10 jam,” ungkap Komisioner KPU Kota Bekasi, Kanti Prayoga, Selasa (2/1).

Kanti menjelaskan, ada sekitar 10-12 item yang akan diperiksa oleh 20 dinter ahli kesehatan di luar tes psikologi dan narkotika. Hasil pemeriksaan kesehatan ini merupakan syarat keabsahan pencalonan pasangan calon di antara persyaratan lainnya.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya bekerjasama dengan IDI Kota Bekasi, BNK Depok dan Himpsi.

“Untuk lokasi pemeriksaan Psikologis dan Narkoba lokasi pemeriksaan belum kami ketahui, apakah bersamaan dengan tes kesehatan atau di lokasi berbeda,” tandas dia. (Gan)

Read more...

Calon Pasangan Harus Penuhi Tiga Unsur Kesehatan

BEKASI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi berharap pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi sehat secara jasmani, rohani dan Narkoba. Apabila tiga komponen tersebut tidak terpenuhi, maka pencalonan akan gugur. 

 

“Tiga komponen tersebut harus dipenuhi, sehat jasmani, rohani dan narkoba,” ungkap Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi, Selasa (2/12).

 

Ucu menjelaskan, dalam rangka pemeriksaan kesehatan para calon pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa pihak. Untuk pemeriksaan kesehatan pihaknya telah bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, untuk pemeriksaan psikologis pihaknya telah bekerjasama dengan Himpinan Psikologi Indonesia (Himpsi) serta Badan Narkotika Kota (BNK) Depok. 

 

“Untuk pemeriksaan narkoba kami bekerjasama dengan BNN Jawa Barat, mereka menunjuk BNK Kota Depok, sebab instansi BNK Kota Bekasi belum terbentuk,” tandas dia. (Gan)

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.