Menu

Items filtered by date: Wednesday, 06 December 2017

Launching Medal Munggaran Sangat Berkesan

BEKASI TIMUR – Launching Medal Munggaran Pilgub Jabar 2018 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Taman Sari, Bandung, Selasa malam berlangsung meriah. Kegiatan yang mulai pukul 19.00 WIB ini, dihadiri ketua KPU RI Arif Budian, ketua Bawaslu RI Abhan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan, sejumlah ketua KPU dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia.

Tidak hanya itu, perwakilan kepala daerah dari kota dan kabupaten yang ada di provinsi Jawa barat, serta sekitar 4000 anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di Jawa Barat. Kegiata tersebut dikemas sangat menarik, sehingga peserta yang hadir pun merasa berkesan.

Hal ini juga dirasakan oleh rombongan dari KPU Kota Bekasi. Menghadiri kegiatan tersebut, KPU Kota Bekasi mengajak sekitar 60 anggota PPK dengan menggunakan bus.

"Bravo Pilgub Jabar 2018. Acara tadi malam begitu semarak dan gembira, memberi kesan positif untuk kami sebagai pihak penyelenggara guna menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini. Intinya, launching Medal Munggaran sangat berkesan ," ungkap Komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin, Rabu (6/12/2017).

Diakui Syafrudin, motivasi dari Ketua KPU RI dan Jabar sangat cukup sebagai asupan energi penguatan kelembagaan dalam menciptakan terselenggaranya, Pilkada Serentak 2018 lebih mantap, aman, lancar, dan sukses.

"Sesuai harapan Ketua KPU RI Pilkada Serentak 2017 di Jawa Barat ini, bisa menjadi percontohan bagi penyelenggaraan Pilkada lain di Indonesia yang tentu menjadi tantangan motivasi kuat yang diupayakan khususnya oleh KPU Kota Bekasi dan umumnya di Jawa Barat," jelas Syafrudin. (tim)

Read more...

Penggunaan CCTV Membutuhkan Anggaran Besar

BEKASI SELATAN Pemanfaatan dan pemasangan  Closed-Circuit Television (CCTV) di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat peroses pemungutan suara, akan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Sehingga, KPU Kota Bekasi masih tetap memanfaatkan Panitia Pengawas Pemlu (Panwaslu) serta saksi dari setiap parpol maupun pasangan calon, untuk mengawasi peroses pemungutan dan penghitungan suara .Hal ini ditegaskan langsung oleh komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin.

Dia meengaku, untuk mengatasikecurangan dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS, sejauh ini cukup dengan pengawasandari saksi-saksi Parpol atau Tim Pasangan Calon, dan warga masyarakatsetempat.

Kalaupun harus menggunakan CCTV disetiap TPS untuk mengatasi masalah
kecurangan yang terjadi, diakui Syafrudin, akan sangat membutuhkanbiaya besar untuk pengadaan barangnya, belum lagi nanti biayaperawatannya.

"Jadi saya kira biayanya sangat mahal kalau menggunaan CCTV. Jadi yang
ada sekarang ini saya rasa sudah memenuhi unsur transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pemungutan serta  penghitungan suara," kataSyafrudin

Sementara itu sebelumnya, pengamat politkk Ray Rangkuti mengatakan, pihak penyelenggarabisa lebih memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggihsaat ini, guna menangkal masalah kecurangan di tingkat TPS tersebut, salah satunya CCTV.

“Kalau sudah pakai CCTV, segala kecurangan bisa ketahuan. Jadi, gak
perlu lagi orang untuk mengawasi kegiatan di tiap-tiap TPS,” kata Raydi Kota Bekasi belum lama ini.

Mengenai penggunaan teknologi itu akan menambah besaran anggaran yang
dibutuhkan dalam Pilkada/Pemilu, diakui Ray tidak terlalu mahal. Karena, selamaini juga orang-orang yang bertugas sebagai pengawas di tiap TPS punharus di gaji tiap bulan. “Jadi saya rasa sama saja,” ujarnya.(tim)

Read more...

KPU Dongkrak Partisipasi Pemilih Pemula

BEKASI SELATAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi memprediksi, dalam pilkada 2018 nanti akan ada 209 ribu lebih pemilih pemula atau sekitar 20 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada.

Anggota KPU Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilh dan Pengembangan SDM
Nurul Sumarhenimengatakan,  Pemilih pemula tersebut  berasal dari kalangan pelajar SMA-SMK yang usianya masuk 17 tahun.

"Kalau lihat realnya aja sekolah SMA Negeri aja udah ada 22. Kalau asumsinya satu sekolah ada 700 siswa yang jadi pemilih pemula, dikali 22 itu berarti angkanya kurang lebih 209 ribu potensinya, itu belum di tambah sekolah Swasta," ujarnya, Rabu (6/12)

Dia mengatakan, jumlah ini juga akan terus bertambah lagi pada pilpres tahun 2019 mendatang. Dimana penambahan tersebut diprediksi akan bertambah sekitar 100 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari pemilih pemula.

"Amat disayangkan kalau di tahun 2013 lalu, jumlah partisipasi pemilih hanya 49 persen dari total DPT. Kita berharap, dengan para pemilih pemula yang totalnya mencapai 20 persen DPT ini bisa membantu mendongkrak presentasi parsipasi pemilih di tahun 2018 nanti," ungakapnya.

Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial untuk mendata potensi pemilih jelang Pilkada 2018.

"Untuk pemilih pemula, kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan, penyandang disabilitas dengan Dinas Sosial, dan Disdukcapil untuk pemilih umum," katanya.
(tim)

Read more...

Hoax Di Jabar Bakal Gulung Tikar

BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, akan berupaya menciptakan Pemilukada serentak 27 Juni 2018 nanti, berjalan dengan lancar, damai dan penuh kegembiraan. Hal ini ditegaskan langsung oleh ketua KPU Jawa BaratYayat Hidayat saat pelaksanaan launching Medal Munggaran Pilgub Jabar 2018 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Taman Sari, Bandung, Selasa malam, (5/12).

Yayat menyadari, fenomena Hoax saat ini menjadi tantangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah. Namun, Yayat optimis dengan edukasi politik yang baik kepada masyarakat, Hoax akan ‘dipermalukan’ di Jawa Barat.

“Fenomena hoax menjadi tantangan berat kami. Fenomena ini bukan hanya di Jawa barat saja,  tapi diseluruh penyelenggaran Pilkada di Indonesia. Saya yakin, dengan kerja keras serta strategi yang digunakan, Hoax akan gulung tikar di Jawa barat,”tegasnya diiringi riuh tepuk tangan.

Sementara itu, komisioner KPU Kota Bekasi Kanti Prayogo mengaku sudah melakukan antisipasi terhadap fenomena Hoax saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melibatkan tenaga Media Center KPU Kota Bekasi untuk menangkal berita Hoax.

“Tugas dari Media Center, selain menyampaikan berbagai informasi seputar Pemilukada serentak, juga menangkal adanya berita-berita Hoax.”tegasnya.

Kanto menyadari, fenomena berita Hoax bisa mencidrai pesta demokrasi. Namun dia optimis, masyarakat Kota Bekasi sudah cerdas sehingga bisa memilah berita yang layak di konsumsi.”Kami optimis, dengan edukasi dan literasi yang dimiliki warga Kota Bekasi, masyarakat tidak mudak percaya dengan berita Hoax,”paparnya.(tim)

 

 

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.