Menu

Items filtered by date: Monday, 20 November 2017

Jumlah Peserta Pemilu Bisa Bertambah

BEKASI TIMUR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, segera membuka pendaftaran susulan bagi sembilan Partai Politik (Parpol) calon peserta Pemilu 2019. Adapun, pendaftaran tersebut diselenggaranan sesuai dengan Surat Edaran (SE) KPU nomor 694, nomor 710 Tahun 2017 dan Surat Keputusan (SK) KPU RI Nomor 205 Tahun 2017.

Komisioner KPU Kota Bekasi Yayah Nahdiyah menyampaikan, sesuai dengan surat edaran KPU RI, seluruh KPU Kota dan Kabupaten diperintahkan untuk menerima pendaftaran bagi sembilan Parpol yang diputuskan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sembilan Parpol tersebut adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Islam Damai dan Aman (Partai Idaman), dan Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bhineka Indonesia, Partai Pengusaha dan Pekerja (PPPI), Partai Republik, partai Rakyat, Partai Indonesia Kerja, dan Partai swara Rakyat Indonesia (Parsindo).

“KPU Kabupaten/Kota diperintahkan untuk menerima pendaftaran bagi sembilan parpol yg diputuskan Bawaslu. Dengan seperti ini, tidak menutup kemungkinan Parpol peserta Pemilu bisa bertambah,” ujar Yayah, Senin (20/11).

Yayah menjelaskan, adapun pendaftaran sembilan Parpol tersebut akan diselenggarakan pada hari ini, 20 November hingga 22 November mendatang. Untuk tanggal 20 November hingga 21 November pendaftaran dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pikul 16.00 WIB. Sedangkan khusus tgl 22 November mendatang pendaftaran akan dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB.

“Kami sediakan tiga hari untuk waktu pendaftaran, tapannya sama dengan 14 parpol Peserta Pemilu sebelumnya,” lanjut Yayah.

Dengan adanya penambahan sembilan Parpol ini artinya peserta Pemilu 2019 bisa bertambah. Sebelumnya, pada Pemilu 2014 sebanyak 14 Parpol menjadi peserta Pemilu. Diantaranya adalah, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP).(Tim)

Read more...

Ini Pesan KPU dan Panwaslu Kota Bekasi

BEKASI TIMUR – Tahapan Pilkada Kota Bekasi 2018 sudah dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi memberikan pesan kepada seluruh Partai Politik juga kepada Pemerintah Kota Bekasi.

Kordinator Panwaslu Kota Bekasi, divisi pencegahan, Tomi Suswanto, menyampaikan agar para Parpol di Kota Bekasi tidak melanggar aturan yang ada.Contohnya saja penyampaian aspirasi melalui spanduk.Kata dia, adanya spanduk bertebaran terlebih, spanduk berbau black campaign jelas melanggar aturan.

Bahkan, kata Tomi, pihaknya khawatir dengan banyaknya spanduk yang berbau sara atau black campaign akan merusak harapan dalam menyukseskan Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang.

“Kami berharap seluruh steakholder dan lapisan masyarakat bisa menjaga kondisi yang ada saat ini,” ujar dia.

“Bapak-bapak Satpol Pp juga harus bisa menindak tegas jika menemukan spanduk-spanduk yang dapat merusak dan meyahgunakan daerah nama perusahaan,” tambah dia.

Komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin, menyampaikan jika pendapat memang hal tiap warga negara atau suatu golongan.

Namun, dalam menyampaikan pendapat harus melalui mekanisme yang teratur. Konten dalam menyampaikan pendapat hendaknya tidak memprovokasi atau menghasut. Agar, efek dari pesan tersebut tidak memicu konflik horizontal.

Untuk itu, Syafrudin mengimbau agar seluruh pihak tetap menjaga etika dalam mengeluarkan pendapat. Sebab ada etika yang harus dijaga dalam menyampaikan pendapat.

“Saya ingin semuanya bisa menjalani proses pendewasaan dalam berpolitik. Agar pelaksanaan Pilkada berjalan dengan aman dan tertib,”tandasnya. (tim/kub/gob)

Read more...

Meningkatkan Partisipasi Pemilih Menjadi Tantangan KPU

BEKASI TIMUR - Meningkatkan jumlah partisipasi pemilih merupakan tugas berat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi. Apalagi pada Pilkada 2013 kemarin, jumlah partisipasi pemilih hanya berkisar 48 persen.

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengungkapkan, pelaksanaan Pilkada di Kota Bekasi selalu terkenal dengan minimnya jumlah partisipasi pemilih. Karena itu Ia berharap dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018 ini bisa meningkat.

“Mudah-mudahan, dalam pelaksanaan Pilkada 2018 ini bisa meningkat. Kita pun terus berusaha untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih massif,” kata Yayat, ketika menghadiri peresmian Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Kamis (16/11).

Menurut Yayat, minimnya jumlah partisipasi pemilih seperti ini memang selalu identik di setiap masyarakat perkotaan. Sosialisasi menggunakan media sosial adalah salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Untuk tahapan Pilkada tahun 2018 ini, sosialisasi yang kami lakukan sekarang akan lebih konsen dalam penggunaan media sosial. Tujuannya, untuk menyasar pemilih muda yang saat ini banyak digunakan oleh mereka,” tandasnya.

Sementara itu, komisioner KPU Kota Bekasi  Yayah Nahdiyah mengatakan, salah satu upaya meningkatkan partisipasi pemilih yakni dengan melakukan sosialisasi ke pemilih pemula,”Sejak setahun lalu kami sudah melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula,”katanya.

Dia menyadari, menjadi tantangan KPU Kota Bekasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilukada serentak 2018 nanti. Terlebih, KPU RI menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilukada mendatang sbesar 75 persen.

Namun dia merasa optimis jika partisipasi pemilih tahun ini bakal meningkat,”Harus optimis. Kami juga gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, pemilih pemula dan sejumlah elemen masyarakat lainnya,”terangnya.

Menurutnya, meningkatkan partisipasi pemilih tidak hanya menjadi tugas KPU Kota Bekasi saja, namun peran serta elemen masyarakat khususnya Partai Politik.”Bagaimana Parpol melakukan pendidikan politik dan mencetak kader terbaik. Jadi dibutuhkan kerja sama,”tandasnya. (Tim)

Read more...

Bakal Calon Perseorangan Harus Memenuhi Persyaran Berikut

BEKASI TIMUR-Penyerahan berkas bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi perseorangan (independen) dimulai pada 25 November mendatang. Para bakal calon perseorangan wajib memenuhi beberapa persyaratan yang telah di tetapkan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi Syafrudin menjelaskan, sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2017 para calon perseorangan harus memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya, ketika datang ke KPU Kota Bekasi mereka wajib menyerahkan surat tugas Liaison Officer (LO) atau nara sambung bakal pasangan calon (Bapaslon) perseorangan.

Masing-masing Bapaslon harus melengkapi rekapitulasi jumlah dokumen dukungan. Terakhir, Bapslon harus menyerahkan dokumen dukungan dengan bukti foto kopi KTP Elektronik.

"Jumlah dukungan harus memenuhi jumlah minimal yang ada," jelas Syafrudin, Senin (20/11).

Adapun, jelas dia, jumlah dukungan yang ada adalah merupakan perhitungan dari Jumlah DPT Pemilu terakhir (Pilpres 2014) x 6,5 persen. Atau, bisa diartikan dengan 1.752.194 x 6,5 %.

"Batas akhir penyerahan dokumen persyaratan adalah 29 November mendatang," tukas Syafrudin. (Tim)

Read more...

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Di Pilkada Kota Bekasi. KPU Konsen Sosialisasi Lewat Medsos

BEKASI- Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengungkapkan, kalau pengetahuan dirinya selama pelaksanaan Pilkada di Kota Bekasi selalu terkenal dengan permasalahan mengenai minimnya jumlah partisipasi pemilih.

Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pihaknya selaku penyelenggaranya dalam hal ini KPU Kota Bekasi guna meningkatkan partisipasi pemilihnya, sehingga jumlah partisipasi pelaksanaan Pilkada serentak 2018 ini bisa meningkat.

“Pada Pilkada sebelumnya, partisipasi pemilih disini, hanya sekitar 48 persen. Mudah-mudahan, dalam pelaksanaan Pilkada 2018 ini bisa meningkat angkanya. Kita pun terus berusaha untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih massif,” kata Yayat.

Pada umumnya, diakui Yayat, minimnya jumlah partisipasi pemilih seperti ini memang selalu identik di setiap masyarakat perkotaan, seperti Kota Bekasi ini. Dan untuk mengatasi masalahnya, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi melalui media social.

“Untuk tahapan Pilkada tahun 2018 ini, sosialisasi yang kami lakukan sekarang akan lebih konsen dalam penggunaan Media social (Medsos). Tujuannya, untuk menyasar pemilih muda yang saat ini banyak digunakan oleh mereka,” tandasnya. (TIM)

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.