Menu

Ketua KPU Jabar Berkunjung ke KPU Kota Bekasi

Ketua KPU Jabar Berkunjung ke KPU Kota Bekasi

BEKASI-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat,  melakukan kunjungan ke  Kantor KPU Kota Bekasi di Jalan Ir.H Juanda, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (16/1) sore. Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring kesiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kota Bekasi.

"Kedatangan saya tentunya ingin memastikan bahwa KPU Kota Bekasi terkait dengan penyelenggaran pemilihan wali kota dan wakil walik kota juga gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dapat dilaksanakan dengan baik," kata Yayat.

Dalam monitoring ini, kata Yayat, pertama pihaknua mempertanyakan proses pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) yang telah mendaftar di Kantor KPU Kota Bekasi.

"Laporan dari KPU Kota Bekasi bahwa proses pendaftaran berjalan dengan lancar, kemudian pemeriksaan kesehatan sudah selesai. Bahkan hasilnya sudah serahterimakan oleh RSPAD Gatot Soebroto kepada KPU Kota Bekasi," ujar dia.

Ia menjelaskan, KPU memberikan kesempatan kepada Bapaslon untuk memperbaiki berkas selama tiga hari. Yayat juga mempertanyakan kesiapan KPU Kota Bekasi dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih.

"Dan ini sudah dilaporkan bahwa sudah dipersiapkan daftar pemilih formulir a, sedang dipersiapkan selama 1-2 hari kemudian akan didistribusikan ke PPK/PPS untuk PPDP. Pada tanggal 20 Januari 2018, PPDP akan melakukan  gerakan Mencoklit," katanya.

Berkaitan dengan itu, Yayat mengingatkan kepada PPDP agar dapat memasukan pemilih KTP-El yang belum terdaftar, mencoret data pemilih yang telah meninggal, pindah domisili dan memasukan orang yang sudah pensiun dari TNI/Polri.

"Pada tanggal 20 kemudian gerakan coklit 1,5 juta pemilih saya cek siapa saja yang akan coklit para pejabat artis yang sudah terdaftar," katanya.

Selanjutnya, mengecek kesiapan sosialisasi Pemilihan wali kota dan wakil wali kota juga gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Dimana Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan SDM, Nurul Sumarhaeni sebagai penanggungjawab.

"Sosialisasi Piwalkot da Pilgub harus seimbang, jangan berat sebelah agar sama-sama berjalan optimal. Secara umum saya melihat KPU Kota Bekasi sudah sangat siap jelang 27 Juni 2018," ujar dia.

Selain itu, lanjut Yayat, ia juga memberikan amanat kepada Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi, berkaitan dengan menjelang penetapan pasangan calon (Paslon) pada 12 Februari dan Kampanye pada 15 Februari 2018

"Dari sekrang harus dipersiapkan APK nya, harus dikordinasikan Bapaslon karena desain dari mereka. Kedua juga terkait dengan cuti kampanye harus segera di ingatkan terus karena kewajiban, H-1 kampanye jika tidak dilakukan hukumannya berat bagi Bapaslon, bisa diskualifikasi. Makanya, komunikasi harus aktif," papar dia.

Ia juga mengingatkan kepada KPU Kota Bekasi agar Bapaslon dapat membuat rekening khusus untuk keperluan dana kampanye paling lambat adalah pada tanggal 12 Februari saat penetapan Paslon.

"Bapaslon harus melaporkan dana awal kampanye itu harus komunikasikan. Karena, jika pasangan calon tidak melaporkan ancaman serius bisa diskualifikasi, terakhir adalah KPU Kota Bekasi segera menghitung jumlah maksimum dana kampanye yang boleh ditampung paslon," jelas dia.

Yayat sendiri melihat bahwa saat ini KPU Kota Bekasi menjadi salah satu KPU terbaik dari 27 KPU di Jawa Barat. Ia berharap, KPU Kota Bekasi dapat terus menjaga pa yang telah menjadi prestasi selama ini.

"Ini harus dipertahankan, selama ini di KPU Kota Bekasi selalu baik mulai dari 2008 sampai 2013. Saya ingin ada prestasi jauh ditingkatkan terkait kualitas pemilu, aprtisipasi masyarakat harus terus ditingkatkan makanya informasi harus ditingkatkan agar semakin rasional dan ini juga perlu bantuan dari stak holder yang ada di Kota Bekasi," tandasnya. (Tim)

back to top
Info for bonus Review William Hill here.