Menu

Penggunaan CCTV Membutuhkan Anggaran Besar

Penggunaan CCTV Membutuhkan Anggaran Besar

BEKASI SELATAN Pemanfaatan dan pemasangan  Closed-Circuit Television (CCTV) di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat peroses pemungutan suara, akan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Sehingga, KPU Kota Bekasi masih tetap memanfaatkan Panitia Pengawas Pemlu (Panwaslu) serta saksi dari setiap parpol maupun pasangan calon, untuk mengawasi peroses pemungutan dan penghitungan suara .Hal ini ditegaskan langsung oleh komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin.

Dia meengaku, untuk mengatasikecurangan dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS, sejauh ini cukup dengan pengawasandari saksi-saksi Parpol atau Tim Pasangan Calon, dan warga masyarakatsetempat.

Kalaupun harus menggunakan CCTV disetiap TPS untuk mengatasi masalah
kecurangan yang terjadi, diakui Syafrudin, akan sangat membutuhkanbiaya besar untuk pengadaan barangnya, belum lagi nanti biayaperawatannya.

"Jadi saya kira biayanya sangat mahal kalau menggunaan CCTV. Jadi yang
ada sekarang ini saya rasa sudah memenuhi unsur transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pemungutan serta  penghitungan suara," kataSyafrudin

Sementara itu sebelumnya, pengamat politkk Ray Rangkuti mengatakan, pihak penyelenggarabisa lebih memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggihsaat ini, guna menangkal masalah kecurangan di tingkat TPS tersebut, salah satunya CCTV.

“Kalau sudah pakai CCTV, segala kecurangan bisa ketahuan. Jadi, gak
perlu lagi orang untuk mengawasi kegiatan di tiap-tiap TPS,” kata Raydi Kota Bekasi belum lama ini.

Mengenai penggunaan teknologi itu akan menambah besaran anggaran yang
dibutuhkan dalam Pilkada/Pemilu, diakui Ray tidak terlalu mahal. Karena, selamaini juga orang-orang yang bertugas sebagai pengawas di tiap TPS punharus di gaji tiap bulan. “Jadi saya rasa sama saja,” ujarnya.(tim)

back to top
Info for bonus Review William Hill here.